Selasa, 11 Maret 2014

Budidaya Anggur dan Cara Menanam Anggur Yang Baik



 

Untuk mendapat hasil yang maksimal dari buah tanaman anggur maka kita harus mengetahui hal-hal apa saja yang mendorong perkembangan tanaman tersebut supaya tumbuh dengan sempurna. Di bawah ini akan dibahas beberapa hal yang penting untuk melakukan budidaya anggur dan cara menanam anggur.

Iklim
Tanaman anggur sangat baik apabila di tanam di daerah yang memiliki ketinggian tanah yang tidak terlalu tinggi di atas permukaan laut, seperti di tepian pantai yang memiliki musim kemarau yang cukup panjang antara 4-7 bulan.

Hal-hal dapat mempengaruhi tanaman anggur yang cukup besar pengarunya yaitu, angin yang terlalu kencang sangat tidak bai, curah hujan yang baik adalah 800 mm/tahun, sinar matahari yang banyak atau udara kering sangat baik untuk pertumbuhan vegetative dan pembuahan, serta suhu yang harus stabil ialah 31°C pada siang hari, dan 23°C untuk suhu malam hari dengan kelembaban udara 75%-80%.

Media Tanam
Media tanam yang baik untuk tanaman anggur ialah tanah yang mengandung pasir, lempung, gembur, subur, dan banyyak mengandung humus serta unsure hara yang dibutuhkan tanaman anggur. Untuk derajat keasaman anggur yaitu 7 (netral).

Ketinggian Tempat
Tanaman anggur akan tumbuh dengan baik apabila ditanam di daerah yang memiliki ketinggian tanah 5-1000 m dpl. Ketinggian tanah yang baik untuk tanama anggur jenis Vitis vinifera, yaitu 1-300 m dpl. Sedangkan untuk jenis Vitis labrusia, yaitu 1-800 m dpl.

Persiapan Benih
Benih untuk tanaman anggur dapat diperoleh dengan dua cara, generative (biji) dan vegetatif seperti, cangkok, setek cabang, setek mata, dan penyambungan. Namun pengadaan bibit anggur yang cukup mudah yaitu dengan setek. Bibit setek yang baik mempunyai ciri sebagai berikut:

1. Panjang setek sekitar 25 cm
2. Yang terdiri dari 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur diatas satu tahun.
3. Bentuknya bulat berukuran sekitar 1 cm
4. Kulitnya berwarna cokelat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit berwarna hijau, berair, dan bebbas dari noda-noda hitam
5. Mata tunas yang sehat berukuran besar dan tampak padat, sedangkan mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk.

Bibit dari setek yang akan ditanam harus sudah memiliki akar yang cukup panjang, yaitu sekitar 10 cm dan telah memiliki dua lembar daun yang telah berkembang penuh.

Cara Menyemai Benih
Dibawah ini cara menyemai benih yang berasal dari benih vegetative (setek) :

1. Ranting yang akan disetek dipilih yang sudah berwarna cokelat dengan ukuran kira-kira sebesar pensil. Kemudian, ranting tersebut di potong-potong. Setiap potong ranting terdiri atas tiga tunas.
2. Bibit di semai terlebih dahulu di dalapot atau di tempat lain, dengan waktu lima hari
3. Kemudian pindahkan bibit pada media semai yang lebih besar atau memakai polybag dengan media tanam tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
4. Setelah daun telah mengembang sempurna, polybag bisa dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari
5. Selama dalam persemaian tanaman anggur siram setiap hari, tapi jangan sampai airnya menggenang. Penyemaian diletakan di tempat teduh dan lembab hanya waktu dua bulan. Selama dua bulan biasanya tanamman anggur akan tumbuh dan berakar banyak sehingga siap untuk ditanam
6. Penanaman pada lahan terbuka dilakukan pada awal musim kemarau

Langkah-langkah cara memperoleh bibit dengan dicangkok:

1. Sediakan media cangkok yang terdiri dari pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1
2. Pilih ranting yang akan dicangkok yang sudah berwarna cokelat, dengan ukuran jari kelingking, dan lurus
3. Kemudian ranting dikupas dengann panjang 3 cm
4. Bersihkan lender yang menempel pada ranting dan biarkan sampai mongering. Setelah kering bunkus dengan media cangkokak dengan ukuran segengam tangan, balutan bungkus dengan plastic bening dan ikat denga raffia
5. Dua minggu setalah pencangkokan akar sudah mulai tumbuh. Dan dua minggu selanjutnya cangkokan sudah dapat di potong
6. Kemudian cangkokan tanam di polybag yang berukuran 20 cm x 20 cm selama dua minggu. Dengan media tanam pasir, pupuk kandang atau humus dengan perbandingan 1 : 1
7. Sebelum dipindahkan ke dalam polybag, plastic pembungkus cangkokan di sayat-sayat agar akar dalam cangkokan tidak terhambat pertumbuhannya
8. Polybag ini setiap hari harus disiram dan simpan di tempat teduh selama dua minggu. Setelah itu cangkokan siap di tanam di lahan terbuka atau kebun

Pengolahan Lahan atau Kebun
Lahan pertama-tama dibersihkan , kemudian cangkul lahan supaya gembur dan subur, pH untuk tanaman anggur harus normal (tidak terlalu asam taupun kurang), buat jarak tanam dengan ukuran 60 x 60 cm. biarkan lubang tanam supaya terkena sinar matahari selam 2-4 minggu. Jangan sampai lahan ini terhalang oleh pohon lain untuk mendapatkan sinar matahari yang penuh.

Cara Menanam Anggur dan Memeliharanya

Setiap bibit sediakan ajir supaya tanaman anggur dapat merambat ke atas, dan sediakan juga penopang atau hamparannya di atas dengan ketinggian 2 m.

1. Penyulaman dan Penjarangan
Penyulaman dilakukan apabila ada tanaman yang mati atau sakit, maka harus segera diganti. Pemeriksaan ini dalukan setiap hari pada saat penyiraman dilakukan agar tanaman anggur dapt tumbuh sempurna.

Penjarangan dialkukan setelah tanaman anggur mulai berbuah, hal ini sangat penting dilakukan untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Buah yang dibuang yaitu buah yang memiliki ciri sebagai berikut, bertangkai panjang, bentuknya tidak sempurna, berada di sebelah dalam, dan buah terbentuk tanpa adanya persarian.

Penjarangan dilakukan dua kali, tahap pertama dilakukan pada tanaman berumur satu bulan setelah ada pentil dan tahap kedua dilakukan dua minggu setelah penjarangan tahap pertama.

Agar kualitas buah tetap terjaga perlu dilakukan pembrongsongan (pembungkusan) buah. Pemberongsongan dilakukan apabila dalam satu dompel (setangkai) terdapat dua atau tiga buah yang sudah masak. Pembungkusan bisa memaskai kertas semen atau karton.

2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan tanaman dari tanaman pengganggu atau gulma. Dan pupuk yang diberikan tidak diambil tanaman pengganggu.

3. Perempalan
Perempalan ialah cara untuk membuang tunas yang tidak perlu dan membiarkan satu tunas yang baik sebagai batang pokok, perempalan dibagi dua ada perempalan bentuk dan perempalan untuk pembuahan.

4. Pemupukan
Ada dua masa pemupukan, yaitu sebagai berikut:

- Pemupukan tanaman muda (0-1 tahun), umur 0-3 bulan, 10 gram urea dilakukan 10 hari sekali, umur 3-6 bulan, 15 gram urea dilakukan 15 hari sekali, umur 6-12 bulan, 50 gram urea. Cara pemberian pupuk dengan larikan melingkar sekeliling tanaman dengan diameter 10-20 cm.
- Pemupukan tanaman dewasa (1 tahun – seterusnya), umur 21 hari sebelum perempalan 5 kaleng pupuk kandang, umur 11 hari sebelum perempalan 80 gram TSP atau 100 gram ZK, umur 7 hari sebelum perempalan 100 gram urea.

5. Pengairan dan Penyiraman
Hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman ialah, tanaman tidak suka genangan air, tanam anggur membutuhkan pengairan mulai dari penanaman sampai pemangkasan, menjelang pemangkasan pemberian air dihentikan, setelah pemangkasan, 2-3 hari sebelumnyadiberi air kembali sammpai ujung ranting, pemberian air diberikan sampai buahnya hampir masak. Setelah buah mulai tua, pemberian air dihentikan agar buah tidak pecah dan busuk.

6. Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan insektisida dilakukan unyuk mencegah hama yang mengganggu tanaman anggur. Penyemprotan insektisida harus dihentikan 15 hari sebelum masa panen.

7. Pengaturan Bunga
Setelah dua minggu pemangkasan pembuahan, cabang tersieryang baru tumbuh akan mengeluarkan sulu-sulur pembentukan bunga yang keluar darimata ke 3,4, dan 5. Jika ada cabang tersier yang tidak mengeluarkan sulur, dapat diadakan pemotongan kembali dengan meninggalkan mata tunas.


SUMBER : http://tanamanbuahsayur.blogspot.com/2013/05/budidaya-anggur-dan-cara-menanam-anggur.html

CARA TANAM ANGGUR DI HALAMAN RUMAH




 
Buah Anggur atau nama ilmiahnya Vitis vinifera atau kalau bahasa inggrisnya disebut grape bukan wine merupakan tanaman asli di daerah sub tropis.  Namun anggur bisa juga dibudidayakan di daerah tropis seperti di Indonesia.  Anggur termasuk tanaman yang cukup mudah dibudidayakan. Bahkan di beberapa daerah sudah menjadi sentra perkebunan anggur.  Nah saat ini kita coba bahas bagaimana bertanam anggur di halaman rumah atau di pekarangan rumah yang lahannya terbatas.  Karena Anggur adalah tanaman merambat dan ukurannya juga tidak sebesar pohon mangga, otomatis untuk hanya memerlukan lahan yang sedikit saja, ukuran 50 x 50 x 50 cm sudah cukup untuk setiap pohon.  Anggur umunya bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di daerah-daeraah yang musim keringnya panjang seperti di sentra  anggur probolinggo jawa timur yang panas.Bibit  AnggurBibit anggur sangat mudah didapatkan.  Anda bisa menghubungi penjual tanaman hias di kota anda, dan bisa pesan bibit anggur dengan harga yang terjangkau.  Saat ini bibit anggur hijau dan merah cukup terjangkau harganya, sekitar Rp 10.000 s/d 15.000 per pohon.

Penyiapan Lahan
Untuk membudidayakan tanaman anggur, kita mulai dengan pembuatan media tanaman berupa pembuatan lubang 50 x 50 x 50 cm yang dibiarkan 2-3 minggu, diisi tanah, pasir dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:2.
Pada beberapa lokasi, Tanaman anggur paling baik ditanam pada bulan April-Juni, bibit tananam anggur di polybag dibuka pelan-pelan dengan silet atau gunting lalu dimasukkan ke tanah hingga rata dengan tanah. Pembukaan polybag harus pelan-pelan dan jangan sampai merusak akar tanaman anggur.
Tanaman anggur memang membutuhkan air namun jangan sampai terjadi genangan air. Sejak awal pertumbuhan disiram 2 kali sehari, kecuali hujan, dan sebulan sebelum dipangkas, penyiraman agar dihentikan.
Dua-tiga hari setelah dipangkas, tanaman disiram air lagi sebanyak-banyaknya. Seminggu sebelum penen, pengairan dihentikan dan 4 hari sebelum panen harus segera diairi lagi hingga tanahnya cukup basah.
Setelah tanaman berumur satu tahun, tunas cabang pokok disebut cabang primer dipangkas dan disisakan 0,5 meter. Tunas cabang sekunder menghasilkan cabang tersier yang tumbuh bersama bunga yang selanjutnya menghasilkan buah. Bersamaan dengan pemangkasan, semua daun dihilangkan/dipotong. Tunas-tunas tersier diatur agar bentuknya seperti sirip.
Hingga tanaman berumur 1 tahun, dipupuk dengan pupuk yang berunsur N (urea), dilakukan setiap 10 hari sekali sampai berumur 3 bulan, pemupukan 10 gram/pohon. Selanjutnya, tanaman 3-6 bulan butuh 15 gr/pohon setiap 15 hari sekali, 6-12 bulan butuh 50 gr/pohon setiap 30 hari sekali. Setelah tanaman berumur 4 tahun, pemupukan diberikan setahun sekali menjelang pemangkasan pembuahan.
Beberapa hal yang juga patut diperhatikan dalam pembudidayaan tanaman anggur, bulan Maret-April biasanya buahnya sedikit karena tidak sedang musim bunga, Juli-Agustus biasanya buahnya banyak, dalam memotong cabang subur ditinggalkan 4-10 mata tunas. Cabang yang dipangkas harus meneteskan air, bila tidak pemangkasan ditunda.
Selain itu, tunas yang tumbuh di atas bunga sebaiknya dipangkas, bila buhnya sudah besar sebesar biji asem, sebaiknya dilakukan penjarangan sebanyak 40-50 persen. Agar buah tak diserang hama, buahnya sebaiknya dibungkus dengan kertas semen atau kantong plastik transparan. Buah siap panen setelah pemangkasan bunga 105- 110 hari.

sumber : http://tabulampot-ok.blogspot.com/2011/07/menanam-anggur.html

Cara Menanam Caisim Yang Baik Dan Benar



Cara Menanam Caisim Yang Baik Dan Benar

Selain sawi putih (sawi jabung), sawi keriting, sawi hijau, sawi huma, satu lagi jenis sawi yang cukup akrab bagi lidah masyarakat Indonesia, yakni sawi bakso atau caisim yang juga sering disebut dengan sawi Cina. Saat ini, sawi tersebut sudah banyak dijual di pasar-pasar. Caisim memiliki tangkai daun yang panjang, warnanya putih kehijauan, bentuknya langsing, berdaun lebar memanjang serta tipis. Rasa sayur yang satu ini renyah bercampur sedikit rasa pahit. Oleh masyarakat diolah menjadi berbagai jenis masakan, utamanya dicampur dengan bakso serta mie ayam.

Caisim dapat tumbuh di berbagai tempat, namun hasil yang terbaik akan didapat jika dibudidayakan di dataran tinggi, yakni mulai dari ketinggian 5 – 1.200 meter di atas permukaan laut. Karena tahan terhadap air hujan, caisim dapat di tanam sepanjang tahun, dan pertumbuhannya akan lebih cepat jika ditanam di daerah yang lembab.
Meski tahan terhadap air hujan, namun caisim tidak suka pada air yang menggenang. Karena itu, waktu yang cocok untuk menanam sawi bakso ini adalah pada akhir musim penghujan. Ditanam di atas tanah yang gembur, subur, memiliki pembuangan air yang baik, mengandung humus yang cukup, serta memiliki derajat keasaman (pH) tanah antara pH 6 sampai pH 7.
Teknik dan cara menanam Caisim yang benar adalah :
1. PEMBENIHAN
Sebagaimana jenis tanaman yang lain, benih adalah faktor penentu awal keberhasilan budidaya caisim. Benih caisim yang berbentuk bulat, kecil, agak keras, berwarna kehitaman dan memiliki permukaannya licin mengkilap harus memiliki kualitas yang baik sebelum dijadikan bibit. Untuk memastikan kualitas benih tersebut baik, kemasan benih harus terbuat dari aluminium foil dengan bentuk kemasan yang masih utuh. Untuk benih yang berasal dari penanaman, pastikan benih tersebut berumur lebih dari 70 hari dan disimpan tidak lebih dari 3 tahun. Untuk setiap hektar lahan tanam, benih caisim yang dibutuhkan sebanyak 750 gram.
2. PERSIAPAN LAHAN
Sebelum ditanami Caisim, lahan harus dalam kondisi bersih dari berbagai macam tumbuhan gulma serta rumput liar. Tanah juga harus gembur dengan cara mencangkul atau membajaknya. Setelah persiapan awal pembuatan lahan selesai, maka tahap persiapan lahan dilanjutkan dengan beberapa tahap dibawah ini;
a. Membuat bedengan
Buatlah bedengan berukuran lebar 1 meter dan tinggi 25-30 cm. Antara bedengan yang satu dengan yang lain, pisahkan dengan parit selebar 40 cm.
b. Menebar Pupuk
Taburkanlah pupuk organik atau pupuk kandang di atas bedengan dengan dosis 100kg/ha, dan aduk sampai rata. Biarkan selama 5 hari sebelum lahan siap ditanami.
c. Mengukur dan menstabilkan kadar keasaman tanah
Untuk daerah yang memiliki pH terlalu rendah (asam), lakukan pengapuran untuk menaikkan derajat keasaman tanah, sekitar 2 sampai 4 minggu sebelum proses penanaman. Sementara untuk jenis kapur yang dipakai adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).

3. PEMBIBITAN.
Selama proses pengolahan tanah untuk penanaman, kita bisa melakukannya bersamaan dengan pembibitan. Tujuannya selain untuk efisiensi waktu, juga agar benih dapat lebih cepat melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Untuk pembibitan ini, bedengan yang dibutuhkan berukuran lebar 80 – 120 cm, panjang 1 – 3 meter, dan tinggi 20 – 30 cm. Taburkan pupuk kandang yang ditambah dengan 20 gram urea, 7,5 gram Kcl, dan 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl.. di atas bedengan pembibitan, dua minggu sebelum ditaburkannya benih.
Untuk teknik dalam melakukan pembibitan, caranya dengan menaburkan benih lalu menutupinya dengan tanah setebal 1 – 2 cm, sebelum akhirnya disiram menggunakan sprayer. Dalam kurun waktu 3 – 5 hari, benih yang tadi disebar akan mulai kelihatan tumbuh.
4. PENANAMAN.
Bedengan untuk lahan penanaman dibuat dengan ukuran: lebar 120 cm, tinggi 20 – 30 cm, dan panjang sesuai dengan ukuran petak lahan. Sementara jarak antar bedeng sejauh 30 cm. Lakukan pemupukan pada bedengan tersebut seminggu sebelum penanaman, dan untuk setiap satu hektar lahan dibutuhkan 3 – 5 ton pupuk kandang, 40 kg TSP serta 15 kg Kcl.
Setelah semuanya siap, lakukan penanaman dengan memperhatikan jarak tanam dalam bedengan. Pilih bibit yang baik dan pindahkan bibit tersebut dengan hati-hati ke dalam lubang berukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm.
5. PEMELIHARAAN
Selama masa pemeliharaan, terdapat bebera poin yang harus dilakukan agar pertumbuhan Caisim menjadi maksimal, beberapa bagian perawatan tersebut seperti ;
a. Penyiraman
proses penyiraman harus senantiasa diperhatikan. Penyiraman itu sendiri sangat tergantung pada musim. Jika pada musim penghujan air yang turun dirasa berlebih, maka harus dilakukan pengurangan air, begitu juga sebaliknya, pada saat musim kemarau, air yang disiramkan juga harus ditambah. Sementara untuk cuaca yang normal, penyiraman hanya dilakukan sehari sekali, yakni pada pagi atau sore hari.
b. Penjarangan dan penyulaman
Penjarangan dan penyulaman juga harus dilakukan selama masa pemeliharaan, yakni dengan mencabut gulma dan tanaman yang tumbuh terlalu rapat, serta mengganti tanaman yang rusak atau mati dengan tanaman yang baru. Penjarangan dilakukan setelah 2 minggu dari masa tanam, sedang penyulaman dilakukan 2 – 4 kali selama masa penanaman, disesuaikan dengan keberadaan gulma pada bedengan. Selama masa pemeliharaan harus pula dilakukan pemupukan tambahan, yakni 3 minggu setelah masa tanam, dengan menggunakan 20 kg urea untuk setiap hektar lahan.

6. PANEN DAN PASCA PANEN.
Caisim sudah dapat dipanen setelah 20 hari sejak bibit dipindahkan dari lahan penyemaian atau 40 hari jika dihitung dari awal, dan paling lama 70 hari. Untuk memanennya, bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan memotong pangkal batang dengan pisau tajam atau mencabut seluruh tanaman berikut akarnya. Hindari jangan sampai terlambat dalam melakukan pemanenan, karena dapat menyebabkan caisim cepat berbunga.
Setelah dipanen, letakkan caisim di tempat yang teduh dan diberi percikan air agar tidak mudah layu. Jangan menyimpan caisim terlalu lama, karena penyimpanan di suhu ruang hanya mampu membuatnya bertahan 1-2 hari saja. Tapi jika diletakkan di dalam kulkas serta dibalut dengan kertas koran atau kantong plastic, caisim dapat bertahan sampai 1 minggu.
Sumber : http://obatpertanian.com/cara-menanam-caisim-yang-baik-dan-benar.html

Sabtu, 08 Maret 2014

LOGO SMP 1 BANTARBOLANG


LOGO SMA NEGERI 1 BANTARBOLANG


CONTOH SURAT PERNYATAAN



SURAT PERNYATAAN
Pada hari Sabtu tanggal delapan maret tahun dua ribu empat belas ( 08 - 03 - 2014 ) kami yang bertanda tangan dibawah ini
1. Nama :  TARMONO
Tempat / tanggal lahir :  Pemalang, 03 – 09 – 1986
Jenis kelamin :  Laki-laki
Alamat :  Dukuh Kalijero
RT.RW :  001 / 005
Desa :  Kuta
Kec :  Bantarbolang
Agama :  Islam
Status :  Kawin

2. Nama :  SITI MANISAH
Tempat / tanggal lahir :  Pemalang, 09 – 04 – 1980
Jenis kelamin :  Perempuan
Alamat :  Dukuh Kalijero
RT.RW :  001 / 005
Desa :  Kuta
Kec :  Bantarbolang
Agama :  Islam
Status :  Kawin
Kami menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa kami pada tanggal dua puluh lima  maret tahun dua ribu tiga  belas (25 – 03 – 2013 ) menerima titipan sejumlah uang dua puluh juta rupiah (Rp. 20.000.000 ) dari UNTUNG SUGIARTO
· Titipan uang tersebut dititipkan pada kami dengan tujuan untuk pelunasan pinjaman atas nama UNTUNG SUGIARTO di PRIMKOPERI 09 Batang Unit Batang
· Titipan uang tersebut sampai pada hari ini ( Sabtu, 08 - 03 - 2014 ) belum saya serahkan ke PRIMKOPERI 09 Batang untuk pelunasan pinjaman, atas nama peminjam : UNTUNG SUGIARTO
· Saya berjanji akan menyerahkan titipan uang tersebut kepada PRIMKOPERI 09 Batang selambat - lambatnya pada hari Sabtu tanggal dua puluh sembilan maret tahun dua ribu empat belas ( 29 - 03 - 2014 )
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun apabila dikemudian hari saya mengingkari ini saya siap di tuntut sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
            Pemalang, 08 Maret 2014
                       Saksi        Yang menyatakan

1. TARMONO

2. SITI MANISAH

BERSINAR TANPA DIA