Rabu, 31 Januari 2018

SISTEM KERJA SUSPENSI DIBENGKEL RAHMAT MOTOR RANDUDONGKAL





SISTEM KERJA SUSPENSI
DIBENGKEL RAHMAT MOTOR
RANDUDONGKAL




LAPORAN
Laporan Praktik Kerja Lapangan  Ditulis dalam Rangka
Uji Kompetensi Belajar di SMK Negeri 1 Randudongkal
Tahun Pelajaran 2017/2018

Disusun Oleh :

Nama                          : Ade Winanto Putra
NIS                              : 16.1.1479
Kelas                           : XI TSM 2
Bidang Keahlian         : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian      : Teknik Otomotif
Paket Keahlian           : Teknik Bisnis dan Sepeda Motor


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMK NEGERI 1 RANDUDONGKAL
2018






HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN

Laporan yang berjudul “Sistem Kerja Suspensi di Bengkel Rahmat Motor” disetujui oleh pembimbing Materi dan disahkan oleh Kepala SMK Negeri 1 Randudongkal pada tanggal Januari 2018

Randudongkal,  Juli  2017


Pembimbing Penulisan                                                          Pembimbing Materi


           
Dita Febriyanti S.Pd                                                               Nugroho Bayu P. S.Pd
NIP.                                                                                         NIP.    



Mengesahkan,
Kepala Sekolah                                                                       Kepala Bengkel
                                                                                                                                   
                                               
                                   

Drs. H. Sobirin, M.Pd                                                             Sjamsu Tjahjadi W , ST
NIP. 19630307 198803 1 012                                                 NIP.
                   








MOTO DAN PERSEMBAHAN

A.    Moto

            1. Pendidikan merupakan perlengkapan paling baik untuk hari tua.
                                                                                    (Aristoteles)
            2. Kita hanya berfikir ketika kita terbentur sesuatu.
                                                                                    (Jhon Dewey)
      3. Harapan adalah tiang yang menyayangi dunia.
(Plinny the eldes)
            4. Berbuat baiklah hari ini , seolah-olah akan mati besok.
                                                                                    (Alm. Ustad.H.Jefri Al Bughori)

      B. Persembahan
                
1.     Drs.H.Sobirin,M.Pd yang telah memberikan izin untuk melaksanakan PKL
2.     Dita Febriyanti S.Pd Yang membantu dalam teknis pembuatan laporan.
3.     Nugroho Bayu P. S.Pd yang telah membantu dalam pembimbingan materi.
4.     Ayah Ibuku tercinta yang telah membantu dalam segala hal.
5.     Bapak Ibu guru dan staff tata usaha yang terhormat.
6.     kepala bengkel dan mekanik bengkel Rahmat Motor Randudongkal.
7.     Teman-teman tersayang di SMK Negeri 1 Randudongkal.

















        
  KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan laporan Prakerin pada tahun ajaran 2017/2018 yang dilaksanakan di Bengkel Rahmat Motor  ini tepat pada waktunya tanpa halangan suatu apapun. Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkan lah penulis untuk menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalam menyusun laporan ini, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:
1.     Drs.H.sobirin, M.Pd selaku kepala sekolah yang telah memberikan izin praktik  
2.     kepada penulis.
3.     Dita Febrianti S.Pd. Selaku Pembimbing Penulisan.
4.     Nugroho Bayu P. S.Pd. Selaku Pembimbing Materi.
5.     Sjamsu Tjahjadi W , ST  Selaku Kepala Bengkel Rahmat Motor.
6.     Nugroho Bayu P. S.Pd.T,Selaku Kepala Program Keahlian TSM.
7.     Para mekanik yang selaku Pembimbing dari bengkel.
8.     Bapak/Ibu guru yang telah memberi masukan dan saran dalam penyusunan Laporan  ini.
9.     Kedua orang tua yang selalu memberi motivasi dan biaya, serta tidak lupa teman-teman sekolah atas bantuanya.
       Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat dibutuhkan. Harapan dari penulis semoga laporan yang memuat pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan selama melaksanakan Praktek kerja lapangan ini dapat bermanfaat bagi siswa — siswi SMK Negeri 1 Randudongkal.

         Pemalang, Januari 2018
           
                                                                                         
                                                            Penulis






DAFTAR ISI

JUDUL   ............................................................................................................................ i
PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN   ........................................................................ ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN   ................................................................................. iii
KATA PENGANTAR   ................................................................................................... iv
DAFTAR ISI   ................................................................................................................... v

BAB I              PENDAHULUAN  
A.      Latar Belakang................................................................................. 1
B.    Tujuan............................................................................................... 2
C.    Manfaat............................................................................................. 2
BAB II             PROFIL INDUSTRI
A.     Tempat Industri................................................................................ 3
B.      Struktur Organisasi.......................................................................... 3
C.      Sarana Dan Prasarana DiTempat Industri ...................................... 4
D.      Produksi / Jasa................................................................................. 4
BAB III           LAPORAN KEGIATAN PRATEK KERJA LAPANGAN
A.    Jadwal dan Absensi kegiatan Di industri......................................... 5
B.    Daftar Kompentensi Di Sekolah Yang Ada Di DU/DI..................... 5
C.    Uraian Kegiatan................................................................................ 5
D.    Landasan Teori.................................................................................. 6
E.     Langkah Kerja................................................................................... 9
BAB IV           FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT
A.    Faktor Pendukung........................................................................... 13
B.    Faktor Penghambat......................................................................... 13
C.    Manfaat Yang Di Peroleh .............................................................. 13
BAB V           PENUTUP
A.    Kesimpulan..................................................................................... 14
B.    Saran................................................................................................ 14
C.    Lampiran – Lampiran .................................................................... 15
D.    Daftar Pustaka








  BAB 1
 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Praktek Kerja lapangan (PKL) adalah suatu bentuk penyelenggaraan dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Dimana keahlian professional tersebut hanya dapat dibentuk  melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Pendidikan Sistem Ganda dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang professional dibidangnya. Melalui  Pendidikan Sistem Ganda diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang professional tersebut. Dimana para siswa yang melaksanakan Pendidikan tersebut diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia industri. Tanpa diadakannya Pendidikan Sistem Ganda ini kita tidak dapat langsung terjun kedunia industry karena kita belum mengetahui situasi dan kondisi lingkungan kerja.
Ada beberapa peraturan tentang Paktek Kerja Lapangan (PKL) dan putusan Menteri. Adapun peraturan Praktek Kerja lapangan (PKL)
adalah sebagai berikut :
1.     Tercantum pada UU. No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional yaitu
untuk menyiapkan peseta didik melalui kegiataan bimbingan, pengajaran,
dan /atau  latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
2.     Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah
yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota
masyarakat dalam mengadakan hubungan timbale balik dengan lingkungan
sosial, budaya, alam sekitar, dan meningkatkan pengetahuan pesertadidik
untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk
mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK)




B.  Tujuan
Tujuan Praktek  Kerja lapangan (PKL) adalah sebagai berikut :
1.     Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang berharga, dan memperoleh masukan serta umpanbalik guna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan dan kenyataan yang ada di lapangan.
2.     Meningkatkan pengetahuan siswa pada aspek-aspek usaha yang professional dalam lapangan kerja antara lain struktur organisasi, jenjang karir dan teknik.
3.     Untuk mencapai Visi dan Misi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Randudongkal
4.     Mengimplotasikan antara pendidikan disekolah dan diluar sekolah.
5.     Untuk memperkenalkan siswa pada dunia usaha.
6.     Menumbuhkan dan meningkatkan sikap profisional yang di perlukan siswa untuk memasuki dunia usaha.
7.     Memperkokoh link and mach antara SMK dan dunia kerja

C.  Manfaat
Adapun manfaat dari Praktek Kerja lapangan (PKL) manfaatnya adalah sebagai berikut :
1.     Dapat mengenali suatu pekerjaan industry dilapangan sehingga setelah selesai dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Randudongkal dan terjun kelapangan kerja industry dapat memandang suatu pekerjaan yang tidak asing lagi baginya.
2.     Dapat menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang professional dan handal.
3.     Untuk mengasa keterampilan yang telah diberikan disekolah dan juga sesuai dengan Visi dan Misi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Randudongkal
4.     Dapat menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan.








BAB II
PROFIL INDUSTRI

A.    Tempat Industri
        Bengkel rahmat motor adalah bengkel yang melayani service dan perawatan sepeda motor . Ditamabah lagi dengan penjualan suku cadang atau saparepart . Dulunya pada tahun 2005 bengkel tersebut adalah bengkel sepeda onthel dan tambal ban .  Dan pada tahun 2006-2009 menjadi bengkel sepeda motor tetapi belum ada sparepartnya . Tahun 2010-sekarang bengkel mengalami kemajuan melayani servis dan penjualan sparepart . Dan diberi nama bengkel rahmat motor , nama tersebut diambil dari keluarga besar bani rahmat . Yang beralamat di Jl.Jd.Soedirman NO 700 randudongkal .
B.     Struktur Organisasi

 
Keterangan dari instruktur organisasi  :
1. Kepala Bengkel
2. Mekanik 1
3. Mekanik 2
4. Mekanik 3







Uraian dari Struktur Organisasi
a.     Kepala Bengkel
     Adalah Seseorang  yang  mempunyai modal usaha, tempat usaha, Sarana dan prasarana buat usaha, serta mempunyai ijin usaha.Selain itu Pemilik bengkel juga bertindak sebagai pimpinan dari bengkel tersebut .
b.     Mekanik
     Adalah Pimpinan dari beberapa teknisi yang ada di tempat usaha, bertugas  mengawasi beberapa teknisi yang sedang bertugas, dan yang menyelesaikan masalah-masalah teknis yang tidak bisa diselesaikan oleh teknisi-teknisi lainnya.
c.      Sarana dan Prasarana di tempat industri
      Peralatan- peralatan yang ada dibengkel Sanjaya Gemilang, antara lain sebagai berikut:
1. Peralatan  Kebersihan
2. Sebuah Kompresor udara dengan bahan bakar bensin.
3. Sebuah Tool box set komplit
4. Gerendra
5. Sebuah palu besi
6. Sebuah kunci  moment
7. Sebuah peralatan bongkar pasang ban luar dalam secara manual
8. Mesin bor.

D. Produksi / Jasa
    Bengkel Rahmat Motor menyediakan berbagai macam pelayanan jasa perbaikan
    kendaraan, antara lain :
    1. Perawatan berkala sepeda motor
    2. Perawatan pergantian oil
    3. Perawatan pergantian ban dan pelek
    4. Perawatan karburator
    5. Perawatan transmisi
    6. Suku Cadang
    7. Overhaul
    8. Overhaul CVT





BAB III
LAPORAN KEGIATAN PRAKERIN

  1. Jadwal dan Absensi Kegiatan di Industri
     Jadwal Kegiatan di Industri pada 18 Juli 2017 s/d 30 Oktober 2017 Absensi Kegiatan di industri. Daftar absensi kegiatan di industri dapat dilihat pada buku jurnal  yang sudah dikumpulkan.

  1. Daftar kompetensi di sekolah yang ada di DU/DI
1.     Memperbaiki sistem Hidrolik dan Kompresor udara
2.     Memperbaiki roda dan ban
3.     Memelihara baterai
4.     Memperbaiki overhaul mesin
5.     Memperbaiki sistem rem
6.     Melakukan perawatan karburator
7.     Memelihara/ perawatan sistem bahan bakar mesin bensin
8.     Melakukan perawatan CVT

C.    Uraian Kegiatan
     Dalam kegiatan prekerin yang kita jalani, banyak beberapa ilmu yang kita dapat.Diantaranya adalah proses servis ringan berkala pada sepeda motor, langkah penggantian rantai cam, over haul mesin juga banyak tips yang selama ini belum kami pahami.
     Namun, dalam pembahasan kali ini kita akan mengacu pada satu proses yang kami rutin  kerjakan selama prakerin, yaitu proses servis karburator pada sepeda motor. Disini kami akan mencoba menjelaskan secara singkat bagaimana langkah langkah proses kerja sistem suspensi









D. Landasan Teori
     1. Pengertian Sistem Suspensi
              Sistem Suspensi dirancang untuk menahan getaran akibat benturan roda    
         dengan kondisi jalan. Selain itu, sistem suspensi juga diharapkan mampu untuk 
         membuat lembut saat sepeda motor menikung, sehingga mudah dikendalikan. 
         Dengan system suspensi juga, getaran akibat kerja mesin dapat diredam.
    2. Fungsi Sistem Suspensi
              Secara umum, system suspensi memiliki tiga fungsi, yaitu sebagi berikut :
a.    Mengurangi geraran akibat kerja mesin
b.   Mengurangi getaran akibat permukaan jalan yang tidak rata
c.    Sebagai penyetabil kendaraan saat menikung.
              Semua peran dan kegunaan dari system suspensi tadi, pada akhirnya dapat 
diambil kesimpulan bahwa dengan bekerjanya system suspensi tadi, pada
dasarnya adalah agar dapat diperoleh kenyamanan dalam berkendara sepeda
motor. Dengan demikian, gangguan yang terjadi pada system suspensi akan  berpengaruh langsung pada kenyamanan berkendara.
     3. Jenis jenis suspensi
             Secara umum system suspensi dibagi menjadi 2 yaitu, suspensi bagian depan 
        (front suspension) dan suspensi bagian belakang ( rear suspension).
        Suspensi depan bisa dibagi menjadi 2 jeni yaitu :

















  a. Garpu batang bawah (bottom link fork)
            Jenis ini biasanya dipasang pada motor bebek model lama seperti vespa
            atau scooter

Gb. 01 suspensi jeni batang bawah           
         b. Garpu teleskopik (telescopic fork)
             Jenis ini merupakan jenis suspensi yang paling banyak digunakan pada
             sepeda motor    
Gb. 02 suspensi jenis teleskopik






Sedangkan suspensi bagian belakang sebenarnya ada 3 jenis yaitu :
c. Tipe plunger unit
      Tipe plunger unit tidak mampu mengontrol dengan nyaman roda belakang. Tipe
ini hanya menopang roda belakang dan menahan goncangan akibat permukaan jalan

Gb.03 tipe plunger unit
d. Tipe Swing Arm
    Tipe swing arm adalah dua buah lengan yang digantung pada rangka dan ujung 
     yang lain dari suspensi tersebut menopang roda belakang.
Gb. 04 Suspensi tipe swing arm
       






e. Tipe Unit Swim
    Tipe unit swim adalah mesin itu sendiri yang bereaksi seperti lengan yang berayun. 
         Jadi mesin tersebut yang berayun. Umumnya suspensi tipe ini dipakai pada 
         sepeda motor yang mempunyai penggerak akhirnya (final drive) atau motor matic
Gb.05 suspensi tipe unit swim
E. Langkah kerja
        Suspensi merupakan kumpulan komponen tertentu yang dimana memiliki fungsi untuk meredam kejutan , getaran yang terjadi pada kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata yang bisa meningkatkan kenyamanan berkendara dan pengendalian kendaraan . Sistem suspensi kendaraan terletak diantara bodi "kerangka" dengan roda .
 Ada dua jenis suspensi yaitu :
1. Sistem suspensi dependen atau sistem suspensi poros kaku "rigid"
2. Sistem suspensi independen atau sistem suspensi bebas

         Dengan sifat pegas yang elastis pegas berfungsi untuk menerima getaran atau 
goncangan roda akibat dari kondisi jalan yang dilalui dengan tujuan agar getaran atau goncangan dari roda tidak menyalur ke bodi atau rangka kendaraan.






            Adapun beberapa tipe pegas yang digunakan pada sistem suspensi antara lain
yaitu :
1. Pegas ulir "coil spring" dikenal juga dengan nama "per keong" jenis yang                digunakan ialah pegas ulir tekan atau pefas ulir untuk menerima beban tekan .
2.  Pegas daun "leaft spring" umumnya digunakan pada kendaraan berat atau          niaga dengan sistem suspensi dependen .
3.  Pegas puntir atau dikenal dengan nama batang torsi "torsin bar spring" umumnya digunakan pada kendaraan dengan beban tidak terlalu berat .
     
       Benturan atau hentakan yang timbul akibat kondisi permukaan jalan sebagai 
diatas oleh ban, tempat duduk, rangka dan roda roda . Tetapi kebanyakan hentakan tersebut diatasi oleh adanya suspensi . Bila pada sepeda motor tidak terdapat 
komponen yang dapat menyerap hentakan maka pengemudi akan merasakan 
benturan-benturan atau hentakan-hentakan bahkan yang sekecil apapun sehingga 
membuat pengendara menjadi tidak nyaman . Hal ini bukan hanya berpengaruh 
pada kenyamanan saja, tetapi juga akan berpengaruh pada pengoperasian dan 
kestabilan . Alat anti hentakan tabg bisa digunakan untuk menyerap getaran dan 
memperbaiki tingkat kenyamanan biasanya terdiri dari kumparan pegas (coil spring) 
dan peredam/ bantalan oil .
Gb.06 peredam / bantalan oil







1.     Cara Kerja Pegas
Pegas akan membuat getaran yang tinggi menjadi lebih kecil beberapa kendaraan menggunakan pegas dan celah / pitch yang berbeda untuk mendapatkan konstanta pegas yang berbeda (perbandingan antara beban tambahan dengan jumlah perubahan atau deformasi ).
Gb. 07 cara kerja pegas

2.     Cara Kerja Peredam
Peredam adalah suatu konventer tenaga ( energy conventer ) yang biasanya menggunakan tahanan aliran oil untuk merubah enegi konetic menjadi energi 
panas untuk keperluan sendiri getaran vertical pada pegas ditekan oleh tekanan  aliran oil sehingga getaran berkurang .
 Gb. 08 cara kerja peredam






3.     Trouble shooting pada sistem suspensi
Kurangnya kenyamanan saat berkendara karena adanya penyebab terjadinya 
permasalahan pada sistem suspensi :
                Permasalahanya
                              Solusinya
A. Kebocoran pada seal
Seal harus diganti , jika tidak tabung shock akan mengalami kerembesan .
B. Kurangnya oil pada tabung
Perhatikan dengan baik dan benar saat mengisi oil pada tabung .
C. Shock mati karena kehabisan oil
Usahakan jangan sampai melebihi batas waktu untuk mengganti oil shockabsorber.
D. Terjadi keausan pada tabung
Tabung harus diganti dengan yang baru, jika tidak diganti akan mengakibatkan kerusakan pada seal .

4.     Pemeriksaan dan perawatan pada sistem suspensi
a.      Jika selama sepeda motor dikendarai dan kadang sepeda motor oleng kesalah satu sisi  tanpa sebab yang jelas maka ada kemungkinan salah satu dari sok brekernya rusak. 
Periksalah  keadaan sok brekernya. Jika terdapat rembesan oli pada tabungnya maka hal itu  berarti bahwa sok breker bocor sehingga tekanannya tidak sama. Kedua sok breker harus  diganti.
b.     Jika selama sepeda motor dikendarai pemegasannya terasa tidak nyaman tetapi tekanan  ban normal, tidak terlalu keras, mungkin disebabkan oleh sok brekernya yang tidak bekerja.
Periksa semua sok brekernya. Jika salah satu sok breker rusak, ganti keduanya. Untuk  pemeriksaan sok breker, tekanlah sepeda motor tersebut ke bawah dan kemudian lepaskan  tekanan tersebut secara mendadak. Jika sepeda motor melenting dengan cepat bagian  badannya dan berayun - ayun maka kemungkinan besar sok brekernya sudah tidak bekerja.   Sok breker sepeda motor tersebut harus diganti.
c.      Periksa keadaan pegas suspensinya. Ukur panjang pegas dalam keadaan pegas terlepas.  Jika panjang pegas melebihi ketentuan, pegas harus diganti.



BAB IV
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT

A. Faktor Pendukung
    1. Tempat bengkel nya nyaman
    2. Karyawan prakerin baik, sopan, dan jujur
    3. Sarana dan prasarana sangat lengkap

B. Faktor Penghambat
    1. Yang diajarkan di bengkel sedikit
    2. Alat banyak yang rusak

C. Manfaat Yang di Peroleh
    1. Menambah wawasan
    2. Mengerti keadaan di dunia usaha /industri yang sesungguhnya
    3. Menambah pengalaman kerja
    4. Menambah teman



















BAB V
PENUTUP
  1. Simpulan
Simpulan yang diperoleh penulis dari hasil laporan Prakerin antara lain :
1.     Komunikasi dapat terjalin dengan baik antar bagian organisasi di industri
karena adanya sistem jaringan komputer.
2.     Selama melakukan praktek kerja lapangan (PKL) penulis menemukan
jatidiri    selama berada dan berinteraksi dalam lingkungan masyarakat luas
3.     Berinteraksi atau mengeluti dunia usaha tidakmudah, ada banyak hal yang perlu dilakukan, agar orang yang akan kita melakukan hubungan kerja sama dapat terkesan   akan apa yang kita lakukan atau kerjakan.

  1. Saran
    Penulis menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, namun walaupun demikian akan mencoba memberi saran yang mungkinakan dapat membangun. Adapun saran tersebut antaralain :
1.     Dengan adanya program kerja praktek ini diharapkan terjadi hubungan kerjasama yang baik antara pihak SMK Negeri 1 Randudongkal dengan perusahaan atau instansi tempat pelaksanaan kerja praktek .
2.     Dalam penerimaan dan penempatan parasiswa yang melaksanakan Kerja Praktek, hendaknya mempertimbangkan bidang yang sesuai dengan jurusan siswa, sehingga siswa dapat mengembangkan ilmu yang dimiliki juga dapat menambah pengetahuan.
3.     Bagi pegawai, dapat memperkenalkan program aplika siapa saja yang digunakan pada perusahaan, agar siswa yang melaksanakan Kerja Praktek dapat memahaminya.
4.     Dan juga agar guru-guru selalu memberikan motivasi dan bimbingan kepada siswa-siswi SMK Negeri 1 Randudongkal
5.     Proses pembelajaran ditingkatkan dan Harapan penulis supaya kedisiplinan sekolah di tegaskan





 Lampiran — Lampiran


























DAFTAR PUSTAKA

Buku panduan laporan prakerin
Buku modul Jalius Jama Teknik Sepeda Motor jilid 1 - 3

 






Legenda Candi prambanan, roro jonggrang,, danau toba, Bawang Merah Dan Bawang Putih ,jaka tarub



Bawang Merah Dan Bawang Putih


Legenda Bawang Merah dan Bawang - Dahulu kala, ada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Mereka memiliki seorang puteri yang diberi nama bawang putih. Namun pada suatu hari, ibu bawang putih jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Setelah kejadian itu, bawang putih hidup sendiri dengan ayahnya. Ayah bawang putih adalah seorang pedagang yang sering bepergian jauh. Karena tak tega meninggalkan bawang putih sendirian di rumah, akhirnya ayah bawang putih memutuskan menikah lagi dengan seorang janda. Janda tersebut memiliki satu anak yang diberi nama bawang merah. Sebenarnya niat ayahnya adalah agar bawang putih tak kesepian dan memiliki teman yang membantunya di rumah. Namun ternyata, ibu dan kakak tiri bawang putih memiliki sifat yang jahat. Mereka bersikap baik pada bawang putih hanya ketika ayahnya ada bersamanya. Namun ketika ayahnya pergi berdagang, mereka menyuruh bawang putih mengerjakan segala pekerjaan rumah seperti seorang pembantu. Ternyata kemalangan bawang putih belum berhenti sampai disitu, selang beberapa waktu, ayah bawang putih juga jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia.
            Kini, ibu tiri dan bawang merah bersikap semakin jahat pada bawang putih. Bahkan waktu beristirahat bawang putih juga semakin terbatas. Tiap hari dia harus melayani semua kebutuhan bawang merah dan ibu tirinya. Sampai disuatu pagi ketika bawang putih mencuci di sungai, tanpa disadari salah satu selendang kesayangan bawang merah hanyut. Ketika sampai rumah, bawang merah memarahi bawang putih karena selendangnya tak dia temukan. Dia menyuruh bawang putih mencari selendang itu dan tidak boleh pulang sebelum menemukanya. Akhirnya, bawang putih menyusuri sungai untuk mencari selendang itu. Hingga larut malam, selendang itu belum juga dia temukan. Ketika tengah menyusuri sungai, bawang putih nelihat sebuah gubuk, ternyata gubuk itu dihuni oleh seorang nenek sebatang kara. Bawang putih akhirnya meminta izin untuk menginap semalam.
Nenek itu cukup baik hati, dia mempersilahkan bawang putih untuk menginap. Nenek itu juga menanyakan perihal tentang bawang putih, dan bagaimana dia sampai di tempat itu. Bawang putih pun menceritakan nasib yang dialaminya, hingga nenek yang mendengar itu merasa iba. Ternyata, selendang yang dicari bawang putih ditemukan oleh si nenek. Dan nenek itu mau menyerahkan selendang itu dengan syarat bawang putih harus menemaninya selama seminggu. Bawang putih menerima tawaran itu dengan senang hati. Waktu seminggupun berlalu, dan kini waktunya bawang putih untuk pulang. Karena selama tinggal disitu bawang putih sangat rajin, nenek itu memberikan selendang yang dulu dia temukan dan memberi hadiah pada bawang putih. Dia disuruh memilih diantara dua buah labu untuk dia bawa. Awalnya bawang putih ingin menolak, namun karena ingin menghormati pemberian, bawang putih akhirnya memilih labu yang kecil dengan alasan takut tak kuat membawanya. Dan nenek itu hanya tersenyum mendengar alasan itu. Setelah itu, bawang putihpun segera pulang dan menyerahkan selendang itu pada bawang merah. Setelah itu dia segera ke dapur untuk membelah labu dan memasaknya. Namun betapa terkejutnya dia, karena ketika labu itu dibelah, ternyata labu itu berisi emas permata yang sangat banyak. Secara tak sengaja, ibu tiri bawang putih melihatnya dan langsung merampas semua emas itu. Bukan hanya itu, dia juga memaksa bawang putih untuk menitakan dari mana dia mendapat labu ajaib itu. Bawang putihpun menceritakan semua kejadian yang dialaminya.
            Mendengar cerita bawang putih, muncul niat jahat di benak ibu tiri yang serakah itu. Esok paginya, dia menyuruh bawang merah untuk melakukan hal yang sama seperti yang silakukan bawang putih, dia berharap akan bisa membawa pulang labu yang lebih besar sehingga isinya lebih banyak.
            Singkat cerita, bawang merah yang malas itu tiba di gubuk nenek, dan diapun tinggal disitu selama seminggu. Namun karena sifatnya yang pemalas, dia hanya bermalas-malasan saja dan tidak mau membantu pekerjaan si nenek. Dan ketika sudah waktunya pulang, diapun di suruh memilih labu sebagai hadiah. Tanpa fikir panjang, dia langsung mengambil labu yang besar dan segera berlari pulang tanpa mengucapkan terimakasih. Setelah tiba dirumah, ibunya sangat senang melihat anaknya membawa labu yang sangat besar. Dia berfikir pasti emas di dalamnya cukup banyak. Karena tak ingin diketahui oleh bawang putih dan takut jika bawang putih minta bagian, mereka menyuruh bawang putih mencuci disungai. Setelah itu mereka masuk kamar dan menguncinya dengan rapat.
            Dengan tak sabar, mereka segera membelah labu itu. Namun diluar dugaan, bukan emas yang ada didalamnya. Melainkan labu itu dipenuhi ular, kalajengking, kelabang, dan berbagai hewan berbisa. Dengan cepat hewan-hewan itu keluar dari labu dan menggigit kedua anak dan ibu serakah itu. Mereka tak mampu kabur, karena pintu kamar mereka kunci rapat dan mereka tutup dengan lemari dari dalam. Akhirnya, mereka mati di dalam kamar bersama keserakahan mereka. Setelah mereka mati, hewan-hewan berbisa itu kenyap tak berbekas.


 

 

 

LEGENDA JAKA TARUB

Legenda Jaka Tarub memiliki banyak versi, namun secara garis besar masih memiliki alur cerita yang sama. Jaka Tarub merupakan seorang pemuda yang tinggal di desa Tarub, sedangkan Nawang Wulan adalah seorang bidadari yang tidak bisa kembali ke kahyangan karena selendangya disembunyikan oleh Jaka Tarub. Konon kisah ini terjadi di desa Widodaren, kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, karena di desa tersebut terdapat petilasan makam Jaka Tarub. Nama desa Widodaren sendiri konon berasal dari kata widodari yang berarti bidadari. Kisah ini memiliki kemiripan dengan cerita rakyat Jawa Timur yaitu, Aryo Menak. Berikut kisahnya. Jaka Tarub Anak Angkat Mbok Randa Tarub

Di desa Tarub, tinggallah seorang ibu bernama Mbok Randa Tarub. Ia hidup sebatang kara, oleh karenanya Mbok Randa Tarub kemudian mengangkat seorang anak laki-laki yang ia beri nama Jaka Tarub. Mbok Randa Tarub mengasuh anak angkatnya dari kecil hingga dewasa dengan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri.

Setelah dewasa, Jaka Tarub tumbuh menjadi seorang pemuda yang rajin bekerja membantu ibunya. Jaka Tarub juga memiliki wajah sangat tampan. Sering ia berburu binatang di hutan menggunakan sumpitnya. Ketampanan dan ketangkasannya membuat banyak gadis-gadis desa jatuh hati padanya, namun Jaka Tarub belum berniat untuk berumah tangga. Mbok Randa Tarub sering berkata bahwa ia menginginkan Jaka Tarub segera menikah.
“Jaka, Mbok ingin kamu segera menikah. Usiamu telah mencukupi untuk berumah tangga. Wajahmu kan tampan, jadi mudah saja bagimu untuk mencari gadis cantik yang kamu suka.” ujar Mbok Randa Tarub suatu ketika. 
“Mbok, saat ini Jaka belum menginginkan untuk memiliki pendamping hidup. Akan tiba saatnya nanti Jaka akan mencari istri.” jawab Jaka Tarub.
“Baiklah, jika itu kehendakmu Jaka. Mbok hanya mendoakan yang terbaik bagimu. Mbok sangat menyayangi Jaka.” ujar Mbok Randa.
Hingga pada suatu hari, Mbok Randa Tarub meninggal dunia karena sakit sedangkan Jaka Tarub belum juga menikah. Kepergian Mbok Randa yang telah mengasuhnya sejak kecil membuat Jaka Tarub sangat sedih. Terlebih mengingat ia belum juga menikah saat Mbok Randa meninggal. Sejak kepergian Mbok Randa, Jaka Tarub berubah menjadi seorang pemuda pemalas. Ia sering melamun sendirian karena merasa semangat hidupnya hilang.

Jaka Tarub Melihat Tujuh Bidadari
Pada suatu siang, seperti biasa Jaka Tarub tidur di rumahnya. Di dalam tidurnya ia bermimpi memakan daging rusa amat empuk dan lezat. Ketika bangun tidur, ia merasa lapar dan ingin memakan daging rusa. Ia segera bergegas pergi ke dalam hutan untuk berburu rusa. Dengan tombaknya ia berjalan perlahan di dalam hutan mengintai barangkali ada rusa. Namun setelah sekian lama berkeliaran di dalam hutan, ia tidak juga menemukan seekor hewan buruan pun. Padahal ia sudah memasuki kawasan hutan yang belum pernah ia datangi. Karena merasa lelah, Jaka Tarub kemudian duduk beristirahat di sebuah batu besar. Tidak sadar ia kembali tertidur karena kelelahan. Pada saat tertidur, sayup-sayup ia mendengar suara-suara perempuan tengah bercanda. Ia pun terbangun untuk mencari sumber suara tersebut.
“Aku mendengar suara-suara perempuan. Aku harus mencari tahu siapa mereka?” gumam Jaka.
Setelah mencari-cari arah suara, akhirnya Jaka sadar bahwa suara tersebut berasal dari sebuah telaga. Ia pun mengendap-ngendap di sebuah batu besar di pinggir telaga. Dari balik batu, Jaka melihat ada tujuh perempuan sangat cantik tengah mandi. Ia terperanjat merasa heran, bagaimana mungkin ada tujuh perempuan cantik jelita bisa mandi di tengah pedalaman hutan. 
“Sungguh aneh, siapa mereka? Kenapa mereka bisa berada di tengah hutan lebat.” ujar Jaka dalam hati. 
Jaka Mencuri Selendang Bidadari
Ketujuh perempuan tersebut sangat luar biasa cantik. Ia tidak pernah melihat perempuan secantik mereka, oleh karena itu ia sangat berhasrat untuk menikahi salah satu dari mereka. Saat ia melihat tujuh selendang tergeletak di pinggir telaga. Jaka Tarub mengambil sehelai selandang kemudian menyembunyikannya.
“Aku ingin menikahi salah satu dari mereka. Sebaiknya salah satu selendang milik mereka aku sembunyikan.” gumam Jaka.
Menjelang sore ketujuh perempuan cantik mengakhiri mandi mereka. Mereka segera berpakaian, mengenakan selendang mereka kemudian terbang ke kahyangan. Jaka Tarub akhirnya mengetahui bahwa mereka adalah bidadari kahyangan. 
“Ah pantaslah mereka sangat cantik jelita, rupanya mereka bidadari kahyangan.” ujar Jaka.Salah seorang dari perempuan yang bernama Nawang Wulan, terlihat kebingungan mencari selendangnya sementara keenam perempuan lainnya telah terbang ke kahyangan.

“Aduh, mana selendangku? Tadi aku simpan di pinggir telaga. Bagaimana ini? Kalau selendangku tidak ketemu, Aku tidak bisa pulang ke kahyangan.” ujar Nawang Wulan terlihat panik.Nawang Wulan ternyata saudari termuda dari ketujuh bidadari tersebut. Sepeninggal keenam kakaknya, Nawang Wulan menangis tersedu-sedu. Ia merasa takut karena tidak mampu tinggal di dunia manusia. Melihat hal tersebut, Jaka Tarub segera mendekat untuk mengajak berkenalan dan menawarkan bantuan. 
“Hai, ada apakah gerangan Adinda menangis sendirian di pinggir telaga? Nama saya Jaka Tarub. Saya tinggal di desa di dekat sini. Apa yang bisa saya bantu?” Jaka berpura-pura menawarkan bantuan.“Oh, saya kehilangan selendang jadi tidak bisa kembali ke kahyangan.” kata Nawang Wulan.
“Oh, begitu kiranya. Kalau begitu Adinda boleh tinggal di rumahku, daripada tinggal sendiri di dalam hutan. Tidak usah takut, aku akan menjagamu.” kata Jaka.
“Baiklah kalau begitu. Aku akan tinggal di rumahmu saja.” Nawang Wulan terpaksa menerimanya karena tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Jaka Menikahi Dewi Nawang Wulan
Dewi Nawang Wulan akhirnya tinggal di rumah Jaka Tarub. Tidak lama kemudian mereka menikah dan hidup berbahagia. Terlebih lagi ketika Nawang Wulan mengandung kemudian melahirkan seorang bayi perempuan. Mereka memberinya nama Nawangsih.
Kendati hidup berbahagia beserta anak dan istrinya, Jaka Tarub sudah lama merasa heran karena lumbung padi miliknya tidak pernah berkurang malah justru bertambah. Setiap hari istrinya memasak dengan mengambil beras dari lumbung padinya tapi tidak sedikit pun lumbung padinya berkurang. 
“Entah kenapa padi milikku tidak pernah berkurang malah bertambah banyak. Padahal setiap hari istriku memasak.” gumam Jaka keheranan.
Hingga suatu hari, sang istri tengah menanak nasi tapi memiliki keperluan di sungai. Nawang Wulan kemudian berpesan pada suaminya untuk menjaga apinya dan jangan membuka tutup kukusan nasi. “Kakanda, aku sedang menanak nasi tapi ada keperluan sebentar di sungai. Kakanda tolong jagakan api jangan sampai mati atau terlalu besar. Tolong juga Kakanda jangan membuka tutup kukusannya.” kata Nawang Wulan.
“Baiklah. Kakanda akan menjaganya.” kata Jaka. Setelah istrinya pergi ke sungai, Jaka merasa penasaran dengan pesan isrinya untuk tidak membuka tutup kukusan nasi. Karena tidak sanggup menahan rasa ingin tahu, ia kemudian membuka kukusan nasi. Ia merasa kaget ketika mendapati di dalam kukusan hanya ada sebutir beras. “Aneh istriku hanya memasak sebutir beras. Pantas lumbung padiku tidak pernah berkurang.” Jaka berkata dalam hati.
Kesaktian Nawang Wulan Hilang
Ketika Nawang Wulan pulang dari sungai, ia mendapati ternyata di dalam kukusan hanya terdapat sebutir beras. “Di dalam kukusan hanya ada sebutir beras, berarti suamiku melanggar larangan dengan telah membuka kukusan ini.” kata Nawang Wulan.Nawang Wulan ternyata memiliki kesaktian yang tidak dimiliki manusia biasa. Ia bisa menanak sebutir padi menjadi sebakul nasi. Nawang Wulan akhirnya mengerti bahwa suaminya telah membuka kukusan tersebut. Walhasil, kesaktian Nawang Wulan yang dirahasiakannya, menjadi musnah. Sebagai akibatnya, kini ia harus berkerja sebagaimana manusia biasa seperti menumbuk padi, menampi hingga menanak beras menjadi nasi. Lambat laun lumbung padi milik Jaka Tarub pun habis.
Dewi Nawang Wulan Pulang Ke Kahyangan
Suatu ketika Nawang Wulan hendak mengambil beras di lumbung padi. Namun sayang beras yang tersedia tinggal sedikit. Ketika mengambil sisa-sisa beras, tiba-tiba menyembul selendang miliknya yang telah lama hilang. Nawang Wulan akhirnya sadar dan marah mengetahui kenyataaan bahwa ternyata suaminyalah yang menyembunyikan selendang miliknya. Ia segera mengenakan selendang tersebut kemudian bergegas menemui suaminya.“Suamiku. Gara-gara Kakanda membuka tutup kukusan, kesaktianku menjadi hilang dan membuat lumbung padi kita habis. Dan juga ternyata, selama ini engkau menyembunyikan selendangku. Semuanya adalah rencanamu. Sampai disini berakhir sudah hubungan kita. Aku akan kembali ke kahyangan.” kata Nawang Wulan.“Aku minta maaf istriku. Aku mengakui semua kesalahanku. Tapi tolong jangan pergi tinggalkan aku dan anakmu, Nawangsih.” Jaka Tarub memohon pada istrinya.
“Maaf Kakanda, aku harus pulang ke kahyangan. Tolong jaga baik-baik putri kesayangan kita, Nawangsih. Tolong Kakanda buatkan dangau di dekat rumah. Letakkan Nawangsih setiap malam di dangau. Aku akan datang setiap malam untuk menyusui putri kesayangan kita. Dan tolong jangan mengintip saat aku tengah menysusui Nawangsih. Selamat Tinggal.” Nawang Wulan kemudian terbang ke kahyangan.Jaka Tarub merasa sedih dan sangat menyesal dengan perbuatannya. Ia segera membuat dangau di dekat rumah. Dan sesuai permintaan istrinya, ia meletakkan putrinya, Nawangsih, setiap malam di dangau untuk disusui oleh Nawang Wulan.





LEGENDA DANAU TOBA
Pada zaman dahulu di suatu desa di Sumatera Utara hiduplah seorang petani bernama Toba yang menyendiri di sebuah lembah yang landai dan subur. Petani itu mengerjakan lahan pertaniannya untuk keperluan hidupnya.
Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang
lelaki itu pergi memancing ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, mudah saja ikan didapatnya karena di sungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan. Ikan hasil pancingannya dia masak untuk dimakan.
Pada suatu sore, setelah pulang dari ladang lelaki itu langsung pergi ke sungai untuk memancing. Tetapi sudah cukup lama ia memancing tak seekor iakan pun didapatnya. Kejadian yang seperti itu,tidak pernah dialami sebelumnya. Sebab biasanya ikan di sungai itu mudah saja dia pancing. Karena sudah terlalu lama tak ada yang memakan umpan pancingnya, dia jadi kesal dan memutuskan untuk berhenti saja memancing. Tetapi ketika dia hendak menarik pancingnya, tiba-tiba pancing itu disambar ikan yang langsung menarik pancing itu jauh ketengah sungai. Hatinya yang tadi sudah kesal berubah menjadi gembira, Karena dia tahu bahwa ikan yang menyambar pancingnya itu adalah ikan yang besar.
Setelah beberapa lama dia biarkan pancingnya ditarik ke sana kemari, barulah pancing itu disentakkannya, dan tampaklah seekor ikan besar tergantung dan menggelepar-gelepar di ujung tali pancingnya. Dengan cepat ikan itu ditariknya ke darat supaya tidak lepas. Sambil tersenyum gembira mata pancingnya dia lepas dari mulut ikan itu. Pada saat dia sedang melepaskan mata pancing itu, ikan tersebut memandangnya dengan penuh arti. Kemudian, setelah ikan itu diletakkannya ke satu tempat dia pun masuk ke dalam sungai untuk mandi. Perasaannya gembira sekali karena belum pernah dia mendapat ikan sebesar itu. Dia tersenyum sambil membayangkan betapa enaknya nanti daging ikan itu kalau sudah dipanggang. Ketika meninggalkan sungai untuk pulang kerumahnya hari sudah mulai senja.
Setibanya di rumah, lelaki itu langsung membawa ikan besar hasil pancingannya itu ke dapur. Ketika dia hendak menyalakan api untuk memanggang ikan itu, ternyata kayu bakar di dapur rumahnya sudah habis. Dia segera keluar untuk mengambil kayu bakar dari bawah kolong rumahnya. Kemudian, sambil membawa beberapa potong kayu bakar dia naik kembali ke atas rumah dan langsung menuju dapur.
Pada saat lelaki itu tiba di dapur, dia terkejut sekali karena ikan besar itu sudah tidak ada lagi. Tetapi di tempat ikan itu tadi diletakkan tampak terhampar beberapa keping uang emas. Karena terkejut dan heran mengalami keadaan yang aneh itu, dia meninggalkan dapur dan masuk kekamar.
Ketika lelaki itu membuka pintu kamar, tiba-tiba darahnya tersirap karena didalam kamar itu berdiri seorang perempuan dengan rambut yang panjang terurai. Perempuan itu sedang menyisir rambutnya sambil berdiri menghadap cermin yang tergantung pada dinding kamar. Sesaat kemudian perempuan itu tiba-tiba membalikkan badannya dan memandang lelaki itu yang tegak kebingungan di mulut pintu kamar. Lelaki itu menjadi sangat terpesona karena wajah perempuan yang berdiri dihadapannya luar biasa cantiknya. Dia belum pernah melihat wanita secantik itu meskipun dahulu dia sudah jauh mengembara ke berbagai negeri.
Karena hari sudah malam, perempuan itu minta agar lampu dinyalakan. Setelah lelaki itu menyalakan lampu, dia diajak perempuan itu menemaninya kedapur karena dia hendak memasak nasi untuk mereka. Sambil menunggu nasi masak, diceritakan oleh perempuan itu bahwa dia adalah penjelmaan dari ikan besar yang tadi didapat lelaki itu ketika memancing di sungai. Kemudian dijelaskannya pula bahwa beberapa keping uang emas yang terletak di dapur itu adalah penjelmaan sisiknya. Setelah beberapa minggu perempuan itu menyatakan bersedia menerima lamarannya dengan syarat lelaki itu harus bersumpah bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah mengungkit asal usul istrinya myang menjelma dari ikan. Setelah lelaki itu bersumpah demikian, kawinlah mereka.
Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Samosir. Anak itu sngat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas.
Setelah cukup besar, anak itu disuruh ibunya mengantar nasi setiap hari untuk
ayahnya yang bekerja di ladang. Namun, sering dia menolak mengerjakan tugas itu sehingga terpaksa ibunya yang mengantarkan nasi ke ladang.
Suatu hari, anak itu disuruh ibunya lagi mengantarkan nasi ke ladang untuk ayahnya. Mulanya dia menolak. Akan tetapi, karena terus dipaksa ibunya, dengan kesl pergilah ia mengantarkan nasi itu. Di tengah jalan, sebagian besar nasi dan lauk pauknya dia makan. Setibanya diladang, sisa nasi itu yang hanya tinggal sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, si ayah sudah merasa sangat lapar karena nasinya terlambat sekali diantarkan. Oleh karena itu, maka si ayah jadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa. Amarahnya makin bertambah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang memakan sebagian besar dari nasinya itu. Kesabaran si ayah jadi hilang dan dia pukul anaknya sambil mengatakan: “Anak kurang ajar. Tidak tahu diuntung. Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan!”
Sambil menangis, anak itu berlari pulang menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya dia mengadukan bahwa dia dipukuli ayahnya. Semua kata-kata cercaan yang diucapkan ayahnya kepadanya di ceritakan pula. Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu. Si ibu menyuruh anaknya agar segera pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit itu. Tanpa bertanya lagi, si anak segera melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari-lari menuju ke bukit tersebut dan mendakinya.
Ketika tampak oleh sang ibu anaknya sudah hampir sampai ke puncak pohon kayu yang dipanjatnya di atas bukit , dia pun berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh letaknya dari rumah mereka itu. Ketika dia tiba di tepi sungai itu kilat menyambar disertai bunyi guruh yang megelegar. Sesaat kemudian dia melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Pada saat yang sama, sungai itu pun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat. Beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Pak Toba tak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. Lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang di kemudian hari dinamakan orang Danau Toba. Sedang Pulau kecil di tengah-tengahnya diberi nama Pulau Samosir.
Cerita Rakyat “Asal Usul Danau Toba”, diceritakan kembali oleh Kak Ghulam Pramudiana.


LEGENDA BANYU WANGI

Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya.
“Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.
“Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan,” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “Saya manusia,” jawab gadis itu sambil tersenyum. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan,” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia.
Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati!”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Namun, ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu,” pesan Rupaksa.
Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri,” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan,” jelasnya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. “ Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” jawab Surati. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya.
Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan.
“Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah!”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong.. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang.
Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Namun sudah terlambat.
Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.











LEGENDA NYI RORO KIDUL
Cerita Misteri Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan merupakan sebuah legenda berkaitan adanya sosok misterius yang menjaga wilayah di Selatan Jawa (Samudera Hindia). Cerita misteri Adanya Nyi Roro Kidul amat sangat ternama di kalangan penduduk Pulau Jawa dan Bali. Siapakah Nyi Roro Kidul itu sebenarnya?

Bagaimana cerita ini jadi ternama dan seakan jadi suatu legenda yang dipercayai sebahagian masyarakat Indonesia ? Untuk itu dalam postingan kali ini kita akan mencoba mengungkap Cerita Misteri Nyi Roro Kidul yang sudah dirangkum dari bermacam macam kenyataan dan realita yang ada kepada sejarah terkait.
Legenda Nyi Roro Kidul Asli + Foto Penampakan Nyi Roro Kidul
Lukisan Nyi Roro Kidul Seharga Rp100 juta

Cerita Nyi Roro Kidul

Asal mula nyi roro kidul berawal dalam satu buah periode hiduplah seseorang putri berparas cantik belia bernama Kadita. Dia dipanggil Dewi Srengenge (matahari yang indah) sebab kecantikannya yang sungguh mempesona. Ayahnya ialah seseorang Raja bernama Munding Wangi. Memiliki anak yang sanagat menawan tetapi tidaklah membuatnya bahagia, dikarenakan dirinya tak menginginkan mempunyai anak wanita. Sebab keinginannya untuk memiliki anak Laki Laki, sehingga dirinya menikah lagi dengan Dewi Mutiara dan hasilnya mendapati putra yang membuatnya bahagia bukan kepalang. Akan tapi hadirnya anak laki-laki tersebut tidak menciptakan rasa sayang kepada putrinya berkurang.

Dewi Mutiara berharap putranya jadi Raja, segala upaya dilakukannya demi mewujudkan keinginannya tersebut. Dirinya pernah mengusir putri raja ke luar dari istana yang menyebabkan raja jadi murka. Raja Mundi Wangi tak akan membiarkan siapapun menyakiti putrinya. Biarpun demikian Dewi Mutiara tak patah arang, niat nya tersebut masih akan dilakukannya secara lain.

Esoknya dalam pagi hari Dewi Mutiara memerintahkan satu orang dukun untuk mengutuk Kadita. Dia memerintahkan dukun tersebut untuk menciptakan Kadita menjadi penuh kudis, jika kalau dukun tersebut sukses, sehingga dia berjanji dapat memberikan imbalan yang tidak ternilai dalam dukun itu. Hasilnya dukun menuruti perintah sang ratu. Seterusnya dalam tengah malam harinya, dirinya sukses menciptakan badan Kadita dipenuhi kudis dan gatal-gatal. Waktu Kadita terjaga, dia menyadari seluruhnya tubuhnya sudah berbau busuk yang membuat dirinya menangis histeris dan tidak mampu berbuat apa-apa.

Seketika Raja mendengar kabar itu, dia juga merasa terpukul dan amat sedih melihat kejadian yang dialami putrinya. Beragam cara dilakukannya mulai sejak dari memanggil tabib dan orang pintar yang lain untuk menyembuhkan putrinya tersebut. Raja mulai menyadari ketidakwajaran penyakit putrinya, dia tahu putrinya sudah diguna-guna oleh orang jahat. Dewi Mutiara mencoba memaksa Raja untuk mengusir putrinya sebab telah dianggap dapat mendatangkan kesialan dalam seluruh negara. Hasilnya Raja mengantarkan putrinya ke luar dari negara tersebut untuk menghindari gunjingan di semua negara. Tak ingin diantarkan sang ayah Kadita yang malang itu, hasilnya Kadita lebih memilih hidup sendirian menyebrangi lautan. Kadita benar-benar memiliki hati yang mulia, dia sama sekali tidak dendam dalam ibu tirinya.

Dalam perjalanannya hingga di Samudera Selatan, sekitar nyaris tujuh hari tujuh malam dia menempuhnya sendirian. Disana dirinya memandang lautan yang teramat jernih dan bersih yang tidak sama dengan samudera lain yang airnya berwarna hijau atau biru. Selepas itu Kadita mencoba melompat dan berenang di Samudera tersebut, seketika beliau memperoleh mukjizat. Diwaktu kulitnya menyentuh air laut, kudisnya sedikit demi sedikit hilang dan dirinya menjadi cantik kembali bahkan lebih cantik dari sebelumnya.Selain itu, sekarang ini Kadita mempunyai kekuasaan dalam Samudera Selatan. Dia dijuluki peri yang dinamakan Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan yang hidup selamanya.









Asal Mula Candi Prambanan (Yogyakarta)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy-1CFQJE93kmRJRdpnEq2SeXw7ea4p0ChYC6go2A7p-4c8gf7t5RKMhCL0lLBTieCjvn73CeM2_6FkjzIApzobBZQu7NWBD9kMbhNsYk0wyc5miKqUc0YBbNxsKTlRsPORGXurBjexyOj/s200/roro-jonggrang.jpg
    Zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Pengging. sang raja mempunyai seorang putera bernama Joko Bandung. Joko bandung adalah seorang pemuda perkasa, seperti halnya sang ayah, ia juga mempunyai berbagai ilmu kesaktian yang tinggi. bahkan konon kesaktiannya lebih tinggi dari ayahnya karena Joko bandung suka berguru kepada para pertapa sakti.
    Di Prambanan terdapat sebuah kerajaan, Rajanya bernama Raja Boko. sang raja mempunyai seorang puteri berwajah cantik bernama Roro Jongrang. Raja Boko bertubuh tingggi besar sehingga sebagian besar orang menganggapnya sebagai keturunan raksasa.
    Antara Kerajaan pengging dan Kerajaan prambanan terjadi peperangan. Pada mulanya Raja pengging kalah. tentara Pengging banyak yang mati di medan perang.
    Mendengar kekalahan pasukan ayahnya maka Joko Bandung bertekad menyusul pasukan ayahnya. dalam perjalanan, di tengah hutan, Joko Bandung bertemu dan berkelahi dengan seorang raksasa bernama Bandawasa. Menjelang ajal Bandawasa yang juga berilmu tinggi ini ternyata menyusup ke dalam roh Joko Bandung dan minta namanya digabung dengan pemuda itu sehingga putera Raja Pengging ini bernama Joko Bandung Bandawasa.
Joko bandung maju ke medan perang, selama berhari-hari pertarungan berlangsung, namun pada akhirnya pemuda itu dapat mengalahkan dan membunuh Prabu Boko.
    Ketika Joko Bandung memasuki istana kaputren ia melihat Roro Jonggrang yang cantik jelita, Joko Bandung langsung jatuh cinta dan ingin memperisterinya, Namun Roro Jonggrang berusaha mengelak keingginannya karena Roro Jonggrang tahu bahwa pembunuh ayahnya adalaj Joko Bandung.
    Namun untuk menolak begitu saja tentu Roro jonggrang tidak berani, maka Roro Jonggrang mengajukan syarat, ia mau diperisteri oleh Joko Bandung asalkan Pemuda itu bersedia membuatkan seribu candi dan dua buah sumur yang sangat dalam dalam waktu satu malam.
    Menurut anggapan Roro Jonggrang pasti Joko Bandung tidak mungkin dapat memenuhi permintaan tersebut. Diluar dugaan Joko Bandung menyanggupinya. Joko Bandung Bandawasa yang sakti itu minta bantuan makhluk halus. Mereka bekerja keras setelah matahari terbenam, dan satu persatu candi yang diminta oleh Roro Jonggrang mendekati penyelesaian.
    Melihat kejadian tersebut, Roro Jonggrang heran karena bangunan candi yang begitu banyak sudah hampir selesai. Pada tengah malam sewaktu makhluk halus melanjutkan tugas menyelesaikan bangunan candi yang tinggal sebuah, Roro Jonggrang membangunkan gadis-gadis desa Prambanan agar menumbuk padi sambil memukul-mukulkan alu pada lesungsehingga kedengaran suara yang riuh. Ayam jantanpun berkokok bersahut-sahutan. Mendengar suara-suara tersebut, para makhluk halus segera menghentikan pekerjaannya. Disangkanya hari telah pagi dan matahari hampir terbit. 
    Permintaan Roro Jonggrang tidak dapat terpenuhi karena masih kurang satu bangunan candi. marahlah Joko Bandung, karena ulah dan tipu muslihat dari Roro Jonggrang.
    Waktu itulah Bandung mendekati Jonggrang dan berkata," Jonggrang..kau ini hanya mencari-cari alasan, kalau tidak mau jangan mencoba mengelabuhiku, kau ini keras kepala seperti batu!".
Seketika Roro Jonggrang berubah menjadi arca batu besar. Demikian pula para dara yang tinggal di desa Prambanan mendapat kutukan dari Bandung Bandawasa, tidak laku kawin sebelum mencapai usia tua.
    Candi yang dibuat makhluk halus meskipun jumlahnya belum mencapai seribu disebut candi sewu yang berdekatan dengan candi Roro Jonggrang. Maka candi Prambanan disebut juga candi Roro Jonggrang.


Dikutip dari berbagai sumber

*_KAIFIYYAH BILAL SHOLAT GERHANA_*



1. ```Membaca Istighfar bersama-sama;

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ  ×٣
 مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيْم.

2. Ketika dirasa siap untuk dilaksanakan sholat gerhana, _bilal_ mengumandangkan bacaan tanda dimulainya sholat, yakni membaca:

"اَلصَّلَاةُ جَامِعَة !!"

3. Pelaksanaan sholat gerhana.

4. Selesai sholat, _bilal_ maju mengambil tongkat kemudian menghadap ke jama'ah dan dilanjutkan membaca:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ..
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

يَامَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ..
رُوِيَ عَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ، لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذٰلِكَ فَصَلُّوْا وَادْعُوْا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ.

أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ،
أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا آجَرَكُمُ اللهُ،
أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ..

5. _Khotib_ maju untuk menerima tongkat kemudian berhenti dengan posisi menghadap ke arah _qiblat_.

6. Kemudian _bilal_ membaca do'a:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ،
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
اَللّٰهُمَّ قَوِّ الْإسْلَامَ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِي الدِّيْنِ، يَارَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَ يَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

7. Setelah itu, _Khotib_ mengucapkan salam kepada jama'ah.

8. Kemudian _Khotib_ duduk sejenak dan _bilal_ membaca istighfar dengan suara yang keras (dalam keadaan duduk):

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ..
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

9. Selanjutnya _khotib_ melaksanakan khutbah. Setelah selesai khutbah pertama, _khotib_ duduk sebentar, lalu _bilal_ membaca istighfar dengan suara yang keras. Bacaan istighfar itu seperti:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ..
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

10. Kemudian _khotib_ berdiri untuk meneruskan khutbah kedua sampai selesai.```

*Keterangan:* _Dalam khutbah gerhana, tidak disyaratkan Muwalah, namun hanya disunnahkan saja._

*_(Sullamul Futuhāt, karya KH. Abdul Hannan Ma'shum, juz 20,  hlmn 44 s/d 47)_*

BERSINAR TANPA DIA